
Jadilah lentera yang menerangi

Jadilah lentera yang menerangi
:
Segera Terbit
:
66 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
:
Dr. Eng. Hendra Riogilang, S.T., M.T
:
Perkembangan kota yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan kebutuhan infrastruktur telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang mengancam keberlanjutan kawasan perkotaan. Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara menghadapi sejumlah tantangan, antara lain banjir, tanah longsor, kemacetan lalu lintas, berkurangnya ruang terbuka hijau, peningkatan emisi karbon, serta tekanan terhadap sumber daya air dan lingkungan pesisir. Buku ini membahas konsep kota hijau (Green City) sebagai pendekatan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut.
Pembahasan diawali dengan kajian mengenai ekosistem, dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, sejarah perkembangan arsitektur hijau, serta prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi dasar konsep kota hijau. Selanjutnya, buku ini menguraikan berbagai komponen penting dalam pengembangan kota hijau, meliputi ruang terbuka hijau, pengelolaan air, transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta peran komunitas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Berbagai praktik terbaik dari kota-kota dunia, seperti Freiburg di Jerman dan Gangneung di Korea Selatan, turut disajikan sebagai referensi implementasi pembangunan kota hijau.
Melalui analisis kondisi eksisting Kota Manado, buku ini mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta peluang pengembangan berdasarkan delapan atribut Kota Hijau Indonesia, yaitu green planning and design, green open space, green waste, green transportation, green water, green energy, green building, dan green community. Berbagai rekomendasi dan gagasan strategis ditawarkan sebagai solusi untuk mendukung transformasi Manado menuju kota yang lebih hijau, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, perencana kota, pengambil kebijakan, serta masyarakat dalam memahami dan mengimplementasikan konsep pembangunan perkotaan yang berwawasan lingkungan guna mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi masa kini dan mendatang.
10 Buku Terbitan Terbaru YBLI
:
Segera Terbit
:
66 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
Dr. Eng. Hendra Riogilang, S.T., M.T
Perkembangan kota yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan kebutuhan infrastruktur telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang mengancam keberlanjutan kawasan perkotaan. Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara menghadapi sejumlah tantangan, antara lain banjir, tanah longsor, kemacetan lalu lintas, berkurangnya ruang terbuka hijau, peningkatan emisi karbon, serta tekanan terhadap sumber daya air dan lingkungan pesisir. Buku ini membahas konsep kota hijau (Green City) sebagai pendekatan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut.
Pembahasan diawali dengan kajian mengenai ekosistem, dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, sejarah perkembangan arsitektur hijau, serta prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi dasar konsep kota hijau. Selanjutnya, buku ini menguraikan berbagai komponen penting dalam pengembangan kota hijau, meliputi ruang terbuka hijau, pengelolaan air, transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta peran komunitas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Berbagai praktik terbaik dari kota-kota dunia, seperti Freiburg di Jerman dan Gangneung di Korea Selatan, turut disajikan sebagai referensi implementasi pembangunan kota hijau.
Melalui analisis kondisi eksisting Kota Manado, buku ini mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta peluang pengembangan berdasarkan delapan atribut Kota Hijau Indonesia, yaitu green planning and design, green open space, green waste, green transportation, green water, green energy, green building, dan green community. Berbagai rekomendasi dan gagasan strategis ditawarkan sebagai solusi untuk mendukung transformasi Manado menuju kota yang lebih hijau, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, perencana kota, pengambil kebijakan, serta masyarakat dalam memahami dan mengimplementasikan konsep pembangunan perkotaan yang berwawasan lingkungan guna mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi masa kini dan mendatang.
10 Buku Terbitan Terbaru YBLI
:
Segera Terbit
:
66 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
Dr. Eng. Hendra Riogilang, S.T., M.T
Perkembangan kota yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan kebutuhan infrastruktur telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang mengancam keberlanjutan kawasan perkotaan. Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara menghadapi sejumlah tantangan, antara lain banjir, tanah longsor, kemacetan lalu lintas, berkurangnya ruang terbuka hijau, peningkatan emisi karbon, serta tekanan terhadap sumber daya air dan lingkungan pesisir. Buku ini membahas konsep kota hijau (Green City) sebagai pendekatan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut.
Pembahasan diawali dengan kajian mengenai ekosistem, dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, sejarah perkembangan arsitektur hijau, serta prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi dasar konsep kota hijau. Selanjutnya, buku ini menguraikan berbagai komponen penting dalam pengembangan kota hijau, meliputi ruang terbuka hijau, pengelolaan air, transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta peran komunitas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Berbagai praktik terbaik dari kota-kota dunia, seperti Freiburg di Jerman dan Gangneung di Korea Selatan, turut disajikan sebagai referensi implementasi pembangunan kota hijau.
Melalui analisis kondisi eksisting Kota Manado, buku ini mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta peluang pengembangan berdasarkan delapan atribut Kota Hijau Indonesia, yaitu green planning and design, green open space, green waste, green transportation, green water, green energy, green building, dan green community. Berbagai rekomendasi dan gagasan strategis ditawarkan sebagai solusi untuk mendukung transformasi Manado menuju kota yang lebih hijau, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, perencana kota, pengambil kebijakan, serta masyarakat dalam memahami dan mengimplementasikan konsep pembangunan perkotaan yang berwawasan lingkungan guna mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi masa kini dan mendatang.
...
Informasi YBLI
Unit Kegiatan
Sekretariat YBLI
Kontak
Jam Operasional
Hubungi Kami