...
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

RISE (Resilient Indonesian Slums Envisioned)

Program Pelestarian Lingkungan Hidup merupakan inisiatif strategis Yayasan Bina Lentera Insan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap keberlanjutan alam.

Tentang Program

RISE (Resilient Indonesian Slums Envisioned) Project merupakan sebuah inisiatif penelitian dan aktivitas sosial transdisipliner berskala internasional yang lahir dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Belanda. Proyek ini didedikasikan untuk mengkaji secara mendalam ketahanan sosial-ekologis di berbagai permukiman kumuh di Indonesia. Dengan berfokus pada tiga kota studi utama, yaitu Bima, Manado, dan Pontianak, kolaborasi bilateral ini berupaya mengembangkan pemahaman komprehensif mengenai tantangan nyata yang dihadapi oleh komunitas urban yang rentan, sekaligus merumuskan solusi berkelanjutan yang aplikatif.

Keberlangsungan proyek riset bersama ini didukung penuh secara finansial oleh Dewan Riset Belanda (NWO) bersama Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEKBRIN) melalui program MERIAN yang berfokus pada perencanaan wilayah dan urbanisasi berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga menerima dukungan pendanaan yang kuat dari berbagai lembaga akademik dan sektoral terkemuka, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Universitas Radboud, Universitas Indonesia, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Deltares, serta Open University.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Yayasan Bina Lentera Insan memegang peran krusial sebagai mitra lokal resmi (local partner) yang bertanggung jawab penuh atas berjalannya program riset dan pendampingan di Kota Manado. Melalui sinergi ini, Yayasan Bina Lentera Insan menjembatani riset akademis global dengan aksi pemberdayaan nyata di tingkat tapak, memastikan bahwa setiap data dan rekomendasi solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara inklusif demi meningkatkan taraf hidup serta ketangguhan masyarakat urban setempat.

Tujuan Program

  • Menjembatani Riset Global dengan Aksi Lokal Tanggap Tapak

    Mentransformasikan temuan ilmiah dan data riset transdisipliner skala internasional menjadi program aksi nyata yang aplikatif untuk menjawab tantangan spesifik komunitas suburban dan pesisir di Kota Manado.

  • Meningkatkan Ketahanan Sosial-Ekologis Masyarakat Rentan

    Mendorong terciptanya kawasan permukiman padat yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim, risiko kebencanaan, serta tantangan kesehatan publik melalui pendekatan yang berbasis pada kekuatan dan partisipasi komunitas (community-based development).

  • Advokasi Kebijakan Urbanisasi Berkelanjutan yang Inklusif

    Memanfaatkan basis data komprehensif dari hasil penelitian kolaboratif ini sebagai instrumen advokasi untuk mendorong perencanaan wilayah kota yang berkeadilan, inklusif, dan berwawasan lingkungan bagi masyarakat prasejahtera.

  • Pemberdayaan Terpadu Berbasis Lingkungan dan Ekonomi

    Mengintegrasikan solusi penataan sanitasi, pengelolaan limbah/sampah domestik, dan pelestarian ekosistem pesisir dengan program peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal setempat.

  • Memperluas Sinergi dan Jejaring Multisektoral

    Memperkuat posisi YBLI sebagai mitra strategis yang menghubungkan institusi akademik global (Indonesia-Belanda), lembaga pendanaan, praktisi, pemerintah daerah, dan komunitas akar rumput dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan.

Sasaran Peserta

  • Komunitas Permukiman Padat dan Pesisir di Kota Manado

    Masyarakat yang tinggal di kawasan suburban, bantaran sungai, dan wilayah pesisir Kota Manado yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, banjir, rob, serta keterbatasan akses sanitasi sehat.

  • Kelompok Rentan dan Penggerak Lokal (Local Champions)

    Kader kesehatan, pengurus bank sampah, kelompok perempuan, dan pemuda di tingkat kelurahan yang diberdayakan sebagai penggerak utama dalam membangun kesadaran lingkungan dan pola hidup bersih di wilayahnya.

  • Pemerintah Daerah dan Pembuat Kebijakan

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta pemangku kebijakan terkait di Kota Manado sebagai penerima rekomendasi kebijakan berbasis data untuk perencanaan kota yang inklusif.

  • Institusi Akademik dan Peneliti 

    Dosen, peneliti, dan mahasiswa lokal yang terlibat dalam proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) transdisipliner, memperkuat kapasitas riset lapangan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

LinkedIn
Facebook
Telegram
WhatsApp

Tentang Program

RISE (Resilient Indonesian Slums Envisioned) Project merupakan sebuah inisiatif penelitian dan aktivitas sosial transdisipliner berskala internasional yang lahir dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Belanda. Proyek ini didedikasikan untuk mengkaji secara mendalam ketahanan sosial-ekologis di berbagai permukiman kumuh di Indonesia. Dengan berfokus pada tiga kota studi utama, yaitu Bima, Manado, dan Pontianak, kolaborasi bilateral ini berupaya mengembangkan pemahaman komprehensif mengenai tantangan nyata yang dihadapi oleh komunitas urban yang rentan, sekaligus merumuskan solusi berkelanjutan yang aplikatif.

Keberlangsungan proyek riset bersama ini didukung penuh secara finansial oleh Dewan Riset Belanda (NWO) bersama Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEKBRIN) melalui program MERIAN yang berfokus pada perencanaan wilayah dan urbanisasi berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga menerima dukungan pendanaan yang kuat dari berbagai lembaga akademik dan sektoral terkemuka, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Universitas Radboud, Universitas Indonesia, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Deltares, serta Open University.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Yayasan Bina Lentera Insan memegang peran krusial sebagai mitra lokal resmi (local partner) yang bertanggung jawab penuh atas berjalannya program riset dan pendampingan di Kota Manado. Melalui sinergi ini, Yayasan Bina Lentera Insan menjembatani riset akademis global dengan aksi pemberdayaan nyata di tingkat tapak, memastikan bahwa setiap data dan rekomendasi solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara inklusif demi meningkatkan taraf hidup serta ketangguhan masyarakat urban setempat.

Tujuan Program

  • Menjembatani Riset Global dengan Aksi Lokal Tanggap Tapak

    Mentransformasikan temuan ilmiah dan data riset transdisipliner skala internasional menjadi program aksi nyata yang aplikatif untuk menjawab tantangan spesifik komunitas suburban dan pesisir di Kota Manado.

  • Meningkatkan Ketahanan Sosial-Ekologis Masyarakat Rentan

    Mendorong terciptanya kawasan permukiman padat yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim, risiko kebencanaan, serta tantangan kesehatan publik melalui pendekatan yang berbasis pada kekuatan dan partisipasi komunitas (community-based development).

  • Advokasi Kebijakan Urbanisasi Berkelanjutan yang Inklusif

    Memanfaatkan basis data komprehensif dari hasil penelitian kolaboratif ini sebagai instrumen advokasi untuk mendorong perencanaan wilayah kota yang berkeadilan, inklusif, dan berwawasan lingkungan bagi masyarakat prasejahtera.

  • Pemberdayaan Terpadu Berbasis Lingkungan dan Ekonomi

    Mengintegrasikan solusi penataan sanitasi, pengelolaan limbah/sampah domestik, dan pelestarian ekosistem pesisir dengan program peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal setempat.

  • Memperluas Sinergi dan Jejaring Multisektoral

    Memperkuat posisi YBLI sebagai mitra strategis yang menghubungkan institusi akademik global (Indonesia-Belanda), lembaga pendanaan, praktisi, pemerintah daerah, dan komunitas akar rumput dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan.

Sasaran Peserta Program

  • Komunitas Permukiman Padat dan Pesisir di Kota Manado

    Masyarakat yang tinggal di kawasan suburban, bantaran sungai, dan wilayah pesisir Kota Manado yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, banjir, rob, serta keterbatasan akses sanitasi sehat.

  • Kelompok Rentan dan Penggerak Lokal (Local Champions)

    Kader kesehatan, pengurus bank sampah, kelompok perempuan, dan pemuda di tingkat kelurahan yang diberdayakan sebagai penggerak utama dalam membangun kesadaran lingkungan dan pola hidup bersih di wilayahnya.

  • Pemerintah Daerah dan Pembuat Kebijakan

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta pemangku kebijakan terkait di Kota Manado sebagai penerima rekomendasi kebijakan berbasis data untuk perencanaan kota yang inklusif.

  • Institusi Akademik dan Peneliti 

    Dosen, peneliti, dan mahasiswa lokal yang terlibat dalam proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) transdisipliner, memperkuat kapasitas riset lapangan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

LinkedIn
Facebook
Telegram
WhatsApp
Ingin Berkontribusi?

Bergabunglah bersama kami untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

...

Chat ke Mimin
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Hubungi Kami